Konsep Fair Trade: Hak dan Kewajiban di Dalamnya

Sahabat Sehat, pernah ngga beli kopi berlabel peduli lingkungan dan human rights dengan harga tinggi? Atau kamu baru dengar ada produk seperti itu? Nah, produk dengan label atau sertifikasi “fair trade” namanya.

Sejalan dengan meningkatnya kesadaran konsumen akan keberlanjutan lingkungan, udah mulai banyak loh jenis produknya. Selain kopi apa aja sih produk berlabel fair trade ini? Lalu, apa aja keunggulannya?

produk fair trade
Foto: Pixabay.com

Label Fair Trade

Dikenal sebagai perdagangan yang adil, fair trade hadir untuk melindungi produsen lokal di negara-negara berkembang dari sistem perdagangan bebas. Selain itu, fair trade juga mengusung sistem perdagangan berkelanjutan yang memerhatikan keadaan lingkungan. So, ekonomi dapat berjalan dengan tetap memerhatikan sisi lain yaitu menjaga nilai-nilai dan tradisi lokal, kan?

Dilansir dari laman World Fair Trade Organization, 10 prinsip perdagangan yang adil antara lain:

  1. Menciptakan peluang bagi produsen kecil;
  2. Transparansi dan akuntabilitas;
  3. Mempraktikkan perdagangan yang ngga hanya berorientasi profit;
  4. Pembayaran yang adil;
  5. Tanpa mengeksploitasi tenaga kerja anak juga buruh
  6. Tanpa diskriminasi dan bebas bersosialisasi;
  7. Lingkungan kerja yang baik dan aman;
  8. Menyediakan capacity building;
  9. Mempromosikan fair trade; dan
  10. Menjaga lingkungan.

Apa Aja sih Produknya?

Menurut website Fair Trade International, selain kopi ada beberapa produk lain yang bisa berlabel fair trade. Mayoritas berupa komoditi pertanian seperti pisang, cokelat (cocoa), beras, gula, teh, madu, bumbu-bumbuan, serta sayur dan buah lainnya. Selanjutnya, gerakan fair trade juga merambah pada sektor tekstil. Contohnya kapas, bola olahraga, dan tekstil lainnya.

perdanganan produk fair trade
Foto: Pixabay.com

Kenapa Rela Membayar Mahal?

Produk fair trade memang jauh lebih mahal daripada umumnya. Namun, tetap ada pasarnya sendiri loh. Kira-kira kenapa ya? Sebuah artikel yang dipublikasikan dalam Jurnal Agribisnis menyampaikan, pilihan konsumen terhadap suatu produk melibatkan banyak faktor. Mulai dari preferensi pribadi, faktor sosio-demografis, atribut produk itu sendiri, keberlanjutan produknya, hingga tentunya harga.

Diantara tiga jenis sertifikasi kopi, yakni fair trade, shade-grown, dan organik, konsumen di Amerika lebih bersedia membayar lebih pada kopi fair trade. Alasannya, kepedulian terhadap lingkungan, kesadaran pada konsumsi yang adil, kepercayaan atas kualitas label tersebut, dan inovasi konsumen.

Nah, jadi begitulah alasan kenapa produk fair trade tetap ada peminatnya. Konsumen yang rela membayar lebih untuk membeli suatu produk fair trade pasti melihat nilai tersembunyi tersebut. So, kalo Sahabat Sehat gimana, tertarik untuk membeli produk fair trade?

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

FAIRTRADE INTERNATIONAL. Diakses pada 1 Maret 2023 https://www.fairtrade.net/about

Konuk FA. 2019. Consumers’ willingness to buy and willingness to pay for fair trade food: the influence of consciousness for fair consumption, environmental concern, trust and innovativeness. Food Research International. 120: 141-147. https://doi.org/10.1016/j.foodres.2019.02.018

Sihombing VU, Fariyanti A, Pambudy R. 2022. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar konsumen terhadap kopi fair trade. Jurnal Agribisnis. 8(2): 89-98. https://doi.org/10.30997/jagi.v8i2.6547.

About the Author

Putri Nur Laely

Mahasiswa
Gizi Masyarakat, IPB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *